Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur

Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur,- Apa anda seringkali menggeretak-geretakkan gigi Anda ketika tidur? Apa pasangan mengkomplain Anda karena membuatnya tidak bisa tidur nyenyak? Itu adalah bruxism. Bruxism bisa disebakan oleh stres dan kecemasan di alam bawah sadar. Walaupun terlihat wajar, namun bruxism dapat menyebabkan nyeri rahang, sakit kepala, ketegangan pada bahu dan leher, serta merusak gigi.

Banyak penderita bruxism yang tidak menyadari bahwa mereka menderita bruxism. Lalu, bagaimana untuk mengetahui Anda mengidap bruxism atau tidak? memberikan semua detailnya pada Anda.

Tanda-tanda bahwa Anda adalah seorang bruxer:

1. Sakit kepala.Jika Anda terbangun dengan sakit kepala setelah hari yang stres, bisa jadi karena otot wajah dan kepala Anda yang lelah karena gigi menggeretak dan mengepal. Anda juga mungkin mengalami nyeri telinga.

2. Sakit pada rahang: Ketika otot-otot rahang Anda terlalu banyak bekerja, Anda dapat mengalami sakit rahang serta gangguan rahang yang dikenal sebagai sendi rahang.

3. Kerusakan gigi. Worn down atau gigi lepas sangat umum. Beberapa orang menggeretakkan gigi mereka dengan kekuatan cukup kuat untuk memecahkan. Seiring waktu, kekuatan ini dapat merusak gigi, gusi, dan keselarasan bentuk wajah Anda.

4. Nyeri leher dan bahu. Leher dan otot-otot bahu akan mengkompensasi otot lelah rahang Anda, sehingga Anda bangun dengan ketegangan leher dan bahu yang terasa sangat sakit.

Lalu, apa yang menyebabkan bruxism?

1. Stres dan kecemasan yang paling mungkin untuk disalahkan. Dan, jika Anda bruxer, Anda mungkin mengalami ketegangan, sakit dan nyeri di kepala, leher, wajah, dan bahu pada pagi hari setelah hari Anda mengalami banyak stres.

2. Faktor lain mungkin ketimpangan bentuk rahang, gigi bengkok atau hilang, masalah sinus, gangguan tidur, atau efek samping dari beberapa antidepresan yang Anda konsumsi.

3. Faktor emosi, seperti kemarahan yang ditekan juga dapat memperburuk stres dan bruxing.

Dampak bruxism

Dr Noshir Mehta, profesor di Tufts University School of Dental Medicine di Boston dan ketua kedokteran gigi umum dan direktur Pusat Nyeri Craniofacial, menyatakan bahwa bruxism mempengaruhi sekitar satu dari 20 orang dewasa dan sekitar 25 persen anak-anak. Hal tersebut tentunya harus dibayar dengan uang untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan bruxism.

"Meskipun tidak ada angka tertentu untuk biaya bruxism seluruh dunia, biaya perbaikan gigi atau kerusakan pada gigi seperti kebutuhan untuk menambal, menambah mahkota, perawatan saluran akar dan gusi, akan sangat besar. Biaya keseluruhan diperkirakan bisa mencapai jutaan dolar setiap tahun," jelasnya.

Bruxism juga dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Efek fisik yang terkait dengan gangguan ketika tidur, menyebabkan masalah kinerja di tempat kerja atau sekolah. Selain itu juga mengakibatkan rasa sakit selama berhari-hari dan ketegangan, yang dari waktu ke waktu bahkan dapat berubah menjadi depresi.

Dr Mehta mengatakan bruxism yang mempengaruhi pria dan wanita yang relatif sama tetapi efek dapat bervariasi. Menurutnya wanita cenderung mengalami sakit pada otot, nyeri pada rahang dan sakit kepala. Sedangkan pria cenderung menunjukkan kerusakan pada gigi dan otot bulkier dari rahang mereka. Hal ini mungkin berhubungan dengan adanya perbedaan jenis otot dan faktor keseimbangan hormonal antara pria dan wanita.